Zaman semakin berkembang... Teknologi pun ikut berkembang.. mungkin saat ini Laptop, tablet PC dan smartphone 3G atau 4G sedang menjadi minat teknologi pada era masyarakat sekarang. heemmmm..... itu sekarang....
Masa depan gimana??
seperti yang kita tau. teknologi berkemabang, so... alat teknologi juga... bisa jadi, smartphone 3D ataupun PC 3D menjadi trend. walaupun sekaran udah ada TV 3D tetapi tidak semua masyarakat mengetahui adanya itu.
yaaa... intinya denga semakin berkembangnya dunia, otomatis teknologi juga semakin berkembang..
... pendapat seorang mahasiswa I-TECH jurusan sistem informasi tentang Sistem Informasi Nasional ...
Selasa, 26 Juli 2011
Impian Seorang Sarjana IT

SARJANA!!! merupakan hal yang diinginkan kebanyakan orang (walaupun tak semuanya)... S. KOM (dalam arti sebenarnya)!!! heemm... impian yang inigin dicapai.. insya allah saya akan mendapatkan gelar itu.. AMIN YAA ALLAH...
seorang S.KOM pasti memiliki impian di masadepan setelah menjadi S.KOM.. baik itu impian secara ambisi pribadi atau ambisi dari keluarga (yang tidak dapat di pungkiri).. pastinya seorang S. KOM harus mempunyai sikll secara profesional. harus selalu uptodate terhadap teknologi yang berkembang ini.. kalo ga up to date.. dapat dipastikan seseorang itu tidak akan di gunakan lagi di duina IT ini..
kalo dari diri sendiri, impian setelah menjadi S. KOM adalah keinginan untuk memiliki suatu perusahaan perkembang IT.. baik di bidang pendidikan maupun jasa melalui IT.. dari bidang pendidikan bisa kita lihat. masih banyaknya masyarakat indonesia yang gaptek (gagap teknologi) baik yng di desa maupun di kota (walaupun tidak semua orang), tapi setidaknya masyarakat tahu bagaimana cara pengimplementasian di dunia teknologi informasi yang semakin berkembang.
yaa... setidaknya itu impian saya saat ini.. dan masih akan ada kemungkinan impian-impian saya selanjutnya yang akan berkembang seiring kemajuan teknologi dunia.
Rabu, 20 Juli 2011
Data merupakan kumpulan catatan atau fakta. dalam keadaan seharihari data merupakan suatu pernyataan suatu pariabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata kata dan citra.
Secara ilmiah, data dikumpulkan dr fakta-fakta yang ada. kemudian data di olah menjadi informasi yang dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat di mengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya
apa sih Jenis-jenis Data Menurut Cara Memperolehnya?
Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.
Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.
Apa sih Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data?
Data Internal
Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.
Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.
Cara Klasifikasi Data Berdasarkan Jenis Datanya?
Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips 2, dan lain-lain.
Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain.
Cara Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data?
Data Diskrit
Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya.
Data Kontinyu
Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton.
Apa sih Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya?
Data Cross Section
Data cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. angin ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya.
Data Time Series / Berkala
Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah nurdin m. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dll.
sumber: google dan lainnya
Pembenahan Sistem Informasi Nasional dengan 1 Triliun ???
Dengan 1Triliun untuk membenahi Sistem Informasi Naional?? Hemmmm…. Sebenarnya yang harus dilakukan pembenahan di awal adalah sistem yang berlaku di dalam kepemerintahannya. Pembenahan dan penyyusuna cara kerja dan porsi kerja pada level-level yang sudah di tentukan.
Untuk dapat membenahi Sistem Informasi Nasional yang udah ada pada kepemerintahan yang paling penting adalah pembenahan terdahap Level informasi, dimana e-government hanya digunakan untuk sarana publikasi informasi pemerintah secara on-line, misalnya profil daerah, peraturan, dokumen, dan formulir. Level interaksi, dimana e-government sudah menyediakan sarana untuk interaksi dua arah antara pejabat pemerintah dengan masyarakat sebagai pengguna layanan publik, misalnya dalam bentuk sarana untuk menampung keluhan, forum diksusi, atau hotline nomor telepon atau email pejabat. Selanjutnya level transaksi, di mana e-government sudah menyediakan sarana untuk bertransaksi bagi masyarakat dalam menggunakan layanan publik, yakni transaksi yang melahirkan kesepakatan (deal) yang dapat disertai dengan pembayaran sebagai akibat dinikmatinya layanan publik yang telah digunakan. Misalnya trasaksi untuk pembayaran pajak atau retibusi dan level integrasi, dimana semua pelayanan publik yang disediakan oleh pemerintah disamping disediakan secara konvensional juga disediakan secara online melalui e-government.
Nah, dengan sudah nya memperbaiki level-level di atas, maka, Sistem Informasi Nasional dapat berjalan dengan lancar.
sumber: google dan lainnya
Sistem Informasi Nasional “E-Government”
Sistem Informasi Nasional merupakan sebuah sistem nasional yang sebenarnya sudah di bangun pada ere 1997-an. Ketika telematika masih menjadi proyek dari Departemen Dalam Negeri. System ini dapat membanntu back office kepemerintahan seperti Sistem Informasi Kepegawaian, Sistem Informasi Perlengkapan/inventaris dan Sistem Informasi monografi. Tetapi sistem tersebut saai ini sudah tidak di pakai lagi. Dikarenakan beberapahal. Diantaranya, Sentralistis pada propinsi. Sistem Informasi dibuat oleh propinsi tanpa adanya standarisasi antar propinsi sehingga sulit diintegrasikan secara nasional. Kabupaten tidak memperoleh kesempatan untuk mengembangkan atau sekedar menerima dari pemerintah atasnya. Sistem Informasi yang single user, sehingga sulit untuk dikerjakan secara kolektif. Pemberdayaan team menjadi sulit dikembangkan. Banyaknya data akan menjadi pekerjaan yang tidak kunjung tuntas dikerjakan oleh sebuah Personal Computer. Sebuah kebijakan yang mengembangkan ego sektoral. Sebagai suatu teknologi yang relatif baru dalam kalangan pemerintahan, telematika serasa dipaksakan untuk diimplementasikan secara top down tanpa memperhatikan kualifikasi personil yang dilibatkan, sehingga berjalan ala kadarnya atau bahkan macet sama sekali.
Kegagalan pada pengimplementasian Sistem Informasi E-Government pada awal pengembangannya, menyebabkan banyak daerah menilai proyek telematika ini hanya sekedar mengikuti tren saja tanpa menghasilkan sesuatu yang memberi arti bagi pemerintahan. Instruksi sentralistis pusat kepada daerah untuk membentuk institusi daerah dengan nama Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) disikapi loyal oleh daerah tanpa memperhatikan siapa-siapa yang layak dipercaya mengembangkan teknologi informasi dalam jajaran pemerintahan. Hal tersebut menyebabkan KPDE sering dianggap sebagai institusi kering, bahkan lembaga pemerintahan “tempat sampah”. Dengan kondisi tersebut tidak heran bila setelah lebih dari 10 tahun, apapun nama lembaga pengelolaan data elektronik atau pengelola E-Government kurang mampu memberi banyak arti dalam pemerintahan.
Kini masa itu telah berubah. Pemerintah pusat tidak lagi mempunya kuasa di daerah. Otonomi memberi kesempatan daerah untuk mengembangkan E-Government-nya tanpa harus mengikuti aturan kepemerintaha pusat. Sebaliknya, banyak daerah mampu membuktikan bahwa tanpa campur tangan pusat mereka mampu lebih maju dan layak untuk membanggakan daerahnya dan memimpin dalam pengembangan E-Government nasional. Membuktikan bahwa daerah mampu lebih maju dibanding Pemerintah pusat. Dan sudah saatnya pusat tidak lagi menganggap pengelola telematika atau E-Government daerah sebagai bawahan, namun lebih pantas disejajarkan sebagai partner.
Sebenarnya banyak daerah mencari profile Pemerintahan yang mampu mengkoordinasikan E-Government secara lebih luas. Masih terlalu banyak persoalan dalam pengembangan E-Government, bukan hanya sekedar Sistem Informasi Nasional dan aksi riil justru lebih banyak ditunjukkan oleh daerah melalui komunikasi terbatas antar dua atau beberapa pengelola E-Government daerah.
Sejauh ini Sistem Informasi Nasional ditetapkan sebagai proyek nasional, bukan proyek pusat. Perlu dipahami bahwa dalam beberapa daerah dan dalam beberapa segi teknis, daerah lebih unggul dan lebih paham pekerjaannya daripada pusat. Harus diakui bahwa pelaksana sesungguhnya dari E-Government adalah daerah yang harus mengelola berbagai Sistem Informasi turunan departemental. Sudah selayaknya daerah menjadi partner pusat.
sumber: Google dan lainnya
Langganan:
Postingan (Atom)